Pengaruh Pelatihan Pengenalan Hidrogen Secara Luring dan Daring terhadap Peningkatan Kompetensi Pegawai Aparatur Sipil Negara

transisi energi hidrogen peningkatan kompetensi pelatihan luring daring

Authors

  • Endang Widayati
    endangwidayati4@gmail.com
    Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Indonesia
  • Sulardi Sulardi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Indonesia
  • Arief Indarto Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Indonesia
November 27, 2024

Downloads

Transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih, seperti hidrogen, merupakan langkah penting untuk mencapai keberlanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dalam konteks ini, peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait hidrogen sangat diperlukan, mengingat peran mereka dalam implementasi kebijakan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan pengenalan hidrogen yang dilakukan secara daring dan luring terhadap peningkatan kompetensi ASN di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen One-Group Pretest-Posttest. Data diambil dari hasil pretest dan posttest peserta pelatihan, diolah menggunakan N-Gain Score untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan daring memberikan pengaruh sebesar 79,48% terhadap peningkatan kompetensi, sedangkan pelatihan luring memberikan pengaruh sebesar 82,85%. Kedua metode pelatihan tersebut menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ASN tentang hidrogen. Kesimpulan pelatihan pengenalan hidrogen, baik secara daring maupun luring, terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi ASN di KESDM. Meskipun pelatihan luring menunjukkan hasil yang lebih tinggi, pelatihan daring tetap memberikan kontribusi yang signifikan dan dapat menjadi alternatif yang efektif dalam situasi tertentu.